TIM CREATOR

TEAM CREATOR : NANDANG RAHMAN - WAWAN SETIAWAN - HARUN ARRASYID - YENI PRABANDARI - ADE INDRIATI
Tampilkan postingan dengan label pertumbuhan dan perkembangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pertumbuhan dan perkembangan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Maret 2013

2. Pertumbuhan Sekunder


Pertumbuhan yang menyebabkan akar dan batang bertambah lebar/tebal. Pertumbuhan ini disebabkan adanya pembelahan pada jaringan meristem sekunder yaitu kambium vaskular dan kambium gabus.Kambium vaskular adalah silinder dari sel-sel meristematis, yang seringkali hanya setebal satu lapis sel. Kambium ini meningkatkatkan lingkar tumbuhan dan juga menambahkan lapisan-lapisan xilem sekunder ke bagian anteriornya dan floem sekunder ke bagian eksteriornya.Kambium gabus menghasilkan penutup yang kokoh dan tebal terutama terdiri dari sel-sel berisi lilin yang melindungi batang dari kehilangan air, dan serangan serangga, bakteri, serta fungi.
Di dalam perkembangannya, kambium intervaskuler akan tersambung dengan kambium intravaskuler yang membentuk suatu lingkaran konsentris, bentuk lingkaran konsentris pada tumbuhan dikotil sering disebut dengan lingkaran tahun







Minggu, 17 Februari 2013

Fase Embrionik



Setelah fertilisasi, zigot yang terbentuk mempunyai kemampuan untuk terus tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan berlangsung seiring dengan bertambahnya jumlah se lakibat pembelahan secara mitosis. Perkembangan ditandai dengan terjadinya spesialisasi dan diferensiasi sel-sel atau jaringan. Diferensiasi menghasilkan organ hingga terbentuk individu utuh.

Fase embrionik secara garis besar terbagi lagi menjadi beberapa tahap:
(1)     morulasi : zigot yang terbentuk terus menerus membelah sehingga menjadi suatu bentuk seperti bola yang tersusun atas banyak sel dan disebut dengan morula
(2)  blastulasi : pada tahap akhir dari fase morula akan terbentuk suatu lubang yang disebut dengan blastocoel. Bentuk embrio sampai dengan tahap ini disebut dengan blastula.
(3)     gastrulasi : pada tahap blastula mengalami pelekukan (invaginasi) sehingga terbentuklah rongga baru yang disebut gastrocoel / arkhenteron. Lubang tempat pelekukan disebut blastophor yang kelak akan berkembang menjadi anus. Pada tahap akhir proses ini akan terbentuk tiga lapisan jaringan embrional, yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm. Embrio pada tahap ini disebut gastrula.

(4)   morfogenesis : merupakan proses perubahan bentuk dan jenis jaringan menjadi berbagai macam bentuk dan jenis jaringan lain
(5)  diferensiasi dan spesialisasi : adalah proses perubahan dan pendewasaan jaringan embrional menjadi beragam jenis jaringan lain dengan fungsi yang berbeda. Kelak lapisan ektoderm akan membentuk epidermis, saraf, dan indera. Lapisan mesoderm akan membentuk dermis, sistem sirkulasi, sistem ekskresi, sistem respirasi, dan sistem reproduksi. Sedangkan lapisan endoderm akan membentuk sistem pencernaan.
(6)     imbas embrionik : adalah suatu gejala dimana proses diferensiasi dan spesialisasi yang dialami oleh suatu jaringan menyebabkan terjadinya pengaruh (imbas) terhadap jaringan lain, sehingga ikut mengalami proses yang sama 
(7)  organogenesis : proses pembentukan berbagai macam organ tubuh, sehingga terbentuk embrio secara lengkap dan utuh

PERKEMBANGAN HEWAN


Pertumbuhan dan perkembangan manusia dan hewan dimulai dari terbentuknya zigot setelah terjadinya fertilisasi ovum oleh sperma. Sama halnya dengan tumbuhan, perkembangan pada hewan dipengaruhi oleh faktor dalam dan faktor luar. Termasuk faktor dalam antara lain perangkat materi genetik (kromosom), dan hormon. Sedangkan faktor luar terutama faktor lingkungan dan nutrisi. Ada dua tahap dalam pertumbuhan dan perkembangan hewan dan manusia. Tahap pertama adalah tahap embrionik yang dimulai dari terbentuknya zigot sampai berkembang menjadi embrio. Tahap kedua adalah tahap pasca embrionik yang merupakan pertumbuhan dan perkembangan setelah embrio, termasuk di dalamnya regenerasi dan metamorfosis.


Selasa, 15 Januari 2013

1. Pertumbuhan Primer



Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan ke arah memanjang yang terjadi karena adanya aktivitas titik tumbuh primer. Titik tumbuh primer terdapat di ujung akar dan ujung batang. Titik tumbuh primer telah mulai terbentuk sejak tumbuhan masih berupa  embrio. Ujung akar dan ujung batang tempat terjadinya pertumbuhan merupakan daerah meristem apikalAda dua teori tentang titik tumbuh, yaitu teori Tunika-Korpus dari Alexander Schmidt dan teori Histogen dari Hanstein.
a.    Teori Tunika-Korpus
Menurut teori ini daerah titik tumbuh terdiri dari dua lapisan yaitu
·           Lapisan tunika : dalam perkembangannya akan membentuk epidermis dan korteks.
·           Lapisan korpus : dalam perkembangannya akan membentuk stele.

b.    Teori Histogen
Menurut teori ini daerah titik tumbuh terdiri dari tiga lapisan yaitu:
·           Dermatogen : dalam perkembangannya akan membentuk epidermis.
·           Periblem : dalam perkembangannya akan membentuk korteks
·           Plerom : dalam perkembangannya akan membentuk stele


Sabtu, 29 Desember 2012

b. Perkecambahan Epigeal


a. Perkecambahan Hipogeal




1. Perkecambahan


Pada tanaman, pertumbuhan dimulai dari proses perkecambahan biji. Perkecambahan dapat terjadi apabila kandungan air dalam biji semakin tinggi karena masuknya air ke dalam biji melalui proses imbibisi. Apabila proses imbibisi sudah optimal, dimulailah perkecambahan. Struktur yang pertama muncul, yang menyobek selaput biji adalah radikula yang merupakan calon akar primer. Radikula adalah bagian dari hipokotil. Pada bagian ujung sebelah atas terdapat epikotil (calon batang). Berdasarkan letak kotiledonnya, ada dua jenis perkecambahan yaitu tipe epigeal, dan tipe hipogeal.

Perkecambahan hipogeal terjadi sebagai akibat dari perkembangan epikotil, sehingga kotiledon tetap berada di dalam tanah. Tipe perkecambahan hipogeal terjadi pada tumbuhan monokotil. Sedangkan perkecambahan tipe epigeal terjadi karena perkembangan hipokotil, sehingga menyebabkan kotiledon terangkat ke prmukaan tanah. Perkecambahan epigeal terjadi pada tumbuhan dikotil.