TIM CREATOR

TEAM CREATOR : NANDANG RAHMAN - WAWAN SETIAWAN - HARUN ARRASYID - YENI PRABANDARI - ADE INDRIATI
Tampilkan postingan dengan label pada tumbuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pada tumbuhan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Maret 2013

2. Pertumbuhan Sekunder


Pertumbuhan yang menyebabkan akar dan batang bertambah lebar/tebal. Pertumbuhan ini disebabkan adanya pembelahan pada jaringan meristem sekunder yaitu kambium vaskular dan kambium gabus.Kambium vaskular adalah silinder dari sel-sel meristematis, yang seringkali hanya setebal satu lapis sel. Kambium ini meningkatkatkan lingkar tumbuhan dan juga menambahkan lapisan-lapisan xilem sekunder ke bagian anteriornya dan floem sekunder ke bagian eksteriornya.Kambium gabus menghasilkan penutup yang kokoh dan tebal terutama terdiri dari sel-sel berisi lilin yang melindungi batang dari kehilangan air, dan serangan serangga, bakteri, serta fungi.
Di dalam perkembangannya, kambium intervaskuler akan tersambung dengan kambium intravaskuler yang membentuk suatu lingkaran konsentris, bentuk lingkaran konsentris pada tumbuhan dikotil sering disebut dengan lingkaran tahun







Selasa, 15 Januari 2013

1. Pertumbuhan Primer



Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan ke arah memanjang yang terjadi karena adanya aktivitas titik tumbuh primer. Titik tumbuh primer terdapat di ujung akar dan ujung batang. Titik tumbuh primer telah mulai terbentuk sejak tumbuhan masih berupa  embrio. Ujung akar dan ujung batang tempat terjadinya pertumbuhan merupakan daerah meristem apikalAda dua teori tentang titik tumbuh, yaitu teori Tunika-Korpus dari Alexander Schmidt dan teori Histogen dari Hanstein.
a.    Teori Tunika-Korpus
Menurut teori ini daerah titik tumbuh terdiri dari dua lapisan yaitu
·           Lapisan tunika : dalam perkembangannya akan membentuk epidermis dan korteks.
·           Lapisan korpus : dalam perkembangannya akan membentuk stele.

b.    Teori Histogen
Menurut teori ini daerah titik tumbuh terdiri dari tiga lapisan yaitu:
·           Dermatogen : dalam perkembangannya akan membentuk epidermis.
·           Periblem : dalam perkembangannya akan membentuk korteks
·           Plerom : dalam perkembangannya akan membentuk stele


Sabtu, 29 Desember 2012

b. Perkecambahan Epigeal


a. Perkecambahan Hipogeal




1. Perkecambahan


Pada tanaman, pertumbuhan dimulai dari proses perkecambahan biji. Perkecambahan dapat terjadi apabila kandungan air dalam biji semakin tinggi karena masuknya air ke dalam biji melalui proses imbibisi. Apabila proses imbibisi sudah optimal, dimulailah perkecambahan. Struktur yang pertama muncul, yang menyobek selaput biji adalah radikula yang merupakan calon akar primer. Radikula adalah bagian dari hipokotil. Pada bagian ujung sebelah atas terdapat epikotil (calon batang). Berdasarkan letak kotiledonnya, ada dua jenis perkecambahan yaitu tipe epigeal, dan tipe hipogeal.

Perkecambahan hipogeal terjadi sebagai akibat dari perkembangan epikotil, sehingga kotiledon tetap berada di dalam tanah. Tipe perkecambahan hipogeal terjadi pada tumbuhan monokotil. Sedangkan perkecambahan tipe epigeal terjadi karena perkembangan hipokotil, sehingga menyebabkan kotiledon terangkat ke prmukaan tanah. Perkecambahan epigeal terjadi pada tumbuhan dikotil.


A. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA TUMBUHAN



Gambar : Titik Tumbuih Akar
Pada awal perkembangan tumbuhan, semua sel melakukan pembelahan diri. Akan tetapi, pada pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya, pembelahan sel menjadi terbatas hanya di bagian khusus dari tumbuhan. Jaringan khusus tersebut tetap bersifat embrionik dan selalu membelah diri. Jaringan embrionik ini disebut meristem. Pada dasarnya, pembelahan sel dapat pula berlangsung pada jaringan lain selain meristem, seperti pada korteks batang, tetapi pembelahannya sangat terbatas. Pada proses pembelahan, sel-sel meristem akan tumbuh dan mengalami spesialisasi membentuk berbagai macam jaringan yang tidak lagi mempunyai kemampuan membelah diri. Jaringan inilah jaringan dewasa. 
Dengan adanya pembelahan jaringan meristem primer yang terdapat pada titik tumbuh, maka akan mengakibatkan akar bertambah panjang, batang bertambah tinggi, sedangkan aktivitas pembelahan jaringan meristem sekunder yang terdapat pada kambium akan menyebabkan batang bertambah besar.