TIM CREATOR
TEAM CREATOR : NANDANG RAHMAN - WAWAN SETIAWAN - HARUN ARRASYID - YENI PRABANDARI - ADE INDRIATI
Tampilkan postingan dengan label organ. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label organ. Tampilkan semua postingan
Selasa, 25 Desember 2012
b. Penampang Melintang Akar
Apabila kita membuat irisan
melintang akar muda, maka akan terlihat struktur sel dan jaringan penyusun
akar, berturut – turut, yaitu epidermis, korteks, endodermis dan stele
(silinder pusat).
Lapisan
terluar dari akar adalah epidermis yang tersusun atas sel-sel yang tersusun
rapat satu sama lain tanpa ruang antar sel, berdinding tipis, dan memanjang,
sejajar sumbu akar. Dinding sel epidermis tersusun dari bahan selulosa dan
pectin yang menyerap air. Epidermis akar biasanya satu lapis. Permukaan sel
epidermis sebelah luar membentuk tonjolan yaitu berupa rambut atau bulu akar. Korteks
akar terutama terdiri atas jaringan parenkim yang relatif renggang dan sedikit
jaringan penyokongnya. Di sebelah dalam lapisan epidermis sering terdapat
selapis atau beberapa lapis sel membentuk jaringan padat yang disebut
hipodermis atau eksodermis yang dinding selnya mengandung suberin dan lignin.
Di
sebelah dalam korteks terdapat selapis sel yang bersambung membentuk silinder
dan memisahkan korteks dari slinder berkas pengangkut di sebelah dalamnya.
Lapisan ini disebut endodermis. Sel-sel endodermis membentuk pita kaspari,
yaitu penebalan dari suberin dan lignin pada sisi radial. Akibat adanya
penebalan ini, larutan tidak bisa menembusnya.
Silinder pusat akar (stele) tersusun atas berkas
pengangkut. Bagian ini dipisahkan dari korteks oleh endodermis. Bagian luar
yang berbatasan dengan endodermis adalah perisikel yang tersusun atas sel-sel
parenkim berdinding tipis dan mempunyai potensi meristematik, sehingga sering
disebut sebagai perikambium. Peranan perisikel terutama sebagai awal
terbentuknya cabang akar tempat terjadinya kambium vaskuler, kambium gabus dan
berperan dalam proses penebalan akar. Sebelah dalam perisikel terdapat berkas
pengangkut xilem dan floem. Xilem pada tumbuhan dikotil mengumpul di bagian
tengah silinder pusat, tersusun seperti bentuk bintang, sedangkan pada tumbuhan
monokotil, xilem dan floem letaknya berselang-seling.
a. Penampang Membujur Akar
Pada
irisan membujur akar akan terlihat bagian-bagian akar, mulai dari yang paling
ujung disebut ujung akar. Ujung akar ditutupi oleh tudung akar (kaliptra).
Kemudian dari ujung akar ke arah atas, terdapat zona pembelahan sel, pada
daerah ini terdapat meristem apikal dan turunannya yang disebut meristem
primer. Menuju ke atas, zona pembelahan menyatu dengan zona pemanjangan. Pada zona
pemanjangan, sel-sel memanjang sampai sepuluh kali panjang semula, pemanjangan
sel ini berguna untuk mendorong ujung akar (termasuk meristem) ke depan.
Semakin keatas, zona pemanjangan akan bergabung dengan zona pematangan. Pada
zona pematangan, sel – sel jaringan akar menyelesaikan dan menyempurnakan
diferensiasinya.
Senin, 24 Desember 2012
4) Bunga
Bunga merupakan organ reproduksi pada tumbuhan, organ ini bukanlah organ
pokok dan rnerupakan modifikasi (perubahan bentuk) dari organ utama yaitu
batang dan daun yang bentuk, susunan, dan warnanya telah disesuaikan dengan
fungsinya sebagai alat perkembangbiakan pada tumbuhan. Jika kita memperhatikan
bagian dasar bunga dan tangkai bunga, bagian ini merupakan modifikasi dari
batang, sedangkan kelopak dan mahkota bunga merupakan modifikasi dari daun yang
bentuk dan warnanya berubah. Sebagian masih tetap bersifat seperti daun,
sedangkan sebagian lagi akan mengalami metamorfosis membentuk bagian yang
berperan dalam proses reproduksi.
Klik Kontinue untuk menjalankan animasi
Kelopak bunga
merupakan bagian bunga yang masih mempertahankan sifat daun. Kelopak bunga
berfungsi untuk melindungi kuncup bunga sebelum bunga mekar. Mahkota bunga
biasanya memiliki warna dan bentuk yang menarik jika dibandingkan dengan
kelopak bunga. Mahkota bunga ini berperan dalam menarik serangga dan agen
penyerbukan yang lain. Benang sari merupakan bagian yang berperan sebagai alat
reproduksi jantan pada bunga, benang sari terdiri atas kepala sari yang
merupakan tempat berkembangnya serbuk sari (gametofit jantan) dan suatu tangkai
yang disebut filamen (tangkai sari).
Putik
merupakan alat reproduksi betina pada bunga. Pada putik terdapat kepala putik
yang biasanya memiliki permukaan yang lengket sebagai tempat menempelnya serbuk
sari. Selain itu, putik memiliki saluran yang disebut tangkai putik. Saluran
ini menuju ke ovarium pada dasar bunga yang mengandung bakal buah tempat sel
telur (gametofit betina).
Langganan:
Postingan (Atom)
Home